Oleh: Achoey el Haris
Merebah
Melepas lelah
Setelah kurangkai beribu langkah
Tentang tarian lari kecil nan sumringah
Membasuh
Membasah wajah nan lusuh
Setelah berpeluh
Mengusik lemak meluluh
Di hamparan rerumputan
Di bawah rindang pepohonan
Ada riak terbentang namun tak dalam
Dimana di sana terkadang kurindukan malam
Bukan
Bukan hendak bermesum musiman
Bukan pula hendak berenang tanpa pengaman
Namun
Rindu kurangkai bait-bait pantun
Atau sajak beriak nan santun
Dalam keheningan malam terlantun
Jujur
Aku terbiasa jatuh cinta pada pesona air
Karena lautan nun jauh di pantai sana
Karena air terjun nun jauh di gunung sana
Maka, kupilih danau tuk kurengkuh pesonanya
Dan kini
Danau ini kembali beriak
Setelah lembut tanganku mengusiknya
Merayu bayangan gadis yang terpantul di permukaannya
Berkecipak kecipung
Cinta di Danau Dora
Cibinong, 16 Januari 2010
Puisi Tentang Danau
Yang seringkali kusemayamkan lusuh di sana. Dan entah kenapa masyarakat sekitar menyebutnya Danau Dora.
by mawardi, on 11.15.10 @ 00:19
Puisi yang menggetarkan
by myun, on 12.15.10 @ 14:47
nice…
terima kasih postingannya ya..
kunjungi halaman kami ok!!