Oleh: Achoey el Haris
Terdengar sayup suara serak parau Dari ruang sunyi sebuah surau Berpuluh pasang telinga tak hirau Berpuluh pasang bibir betah bersenda gurau .Menit pun berlalu Sejak seruan terpenggal batuk membisu Semantara genit terus merayu Dari suara-suara merdu penawar sendu . Lelaki tua tegar meskipun renta Duduk bersila menanti jamaah tiba Saat kaki kanannya kesemutan Munculah belasan anak kecil berlarian . Lelaki tua tersenyum manis Anak-anak kecil pun senyum tak kalah manis Lalu penghambaan pun dilakukan dengan manis . Lelaki renta Anak-anak kecil nan manja Sebuah jarak diantara mereka Pastilah tersirat makna Kemana kita Yang muda dan belum tua . Cibinong, 20 Oktober 2010
by wardi, on 11.14.10 @ 20:42
Puisi yang menginspirasi
by Cucu Heramawan, on 11.14.10 @ 23:14
cantiknya puisi ini,,,,