Pagi Lalu lalang menjadi Melukis kesemrawutan Mengabadikan kemacetan .
Pagi Banyak wajah tak cerah Ada gundah ragam gelisah Ada senyum tak bergairah . Pagi Banyak jiwa yang memulai langkah tanpa basmalah Banyak jiwa yang mendawamkan muqadimah dengan keluh kesah Pergi gontai seakan tak paham arah .
Lalu Di depan banyak gerbang kantor roh memudar Di depan banyak gerbang pabrik roh menguap Di depan banyak gerbang sekolah roh melunglai Di depan banyak pintu masuk roh mati .
Celoteh kecil bertanya kenapa Karena mereka tak mensyukuri Karena mereka tak menyadari Bahwa apa yang dia lakukan hendaknya untuk Tuhan Maka bahagialah menjalaninya .
Cibinong, 22 November 2010
by durahman, on 11.22.10 @ 09:46
puisi pagi yang sangat tepat..